Sebuah cerita yang kuaangkat dari gadis desa yang polos. semoga bisa bermanfaat dan mengambil hikmah dari sebuah kisah nyata dibawah ini.
ini semua berawal kira-kira 6 tahun yang lalu.
Cantika terlahir sebagai anak perempuan yang manja namun mandiri, ia terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga sederhana...
Ayahnya hanyalah seorang petani yang tergolong subur karena apapun yang beliau tanam selalu membuahkan hasil, sehingga beliau mampu menuruti apapun keinginan Cantika, Ibu Cantika adalah seorang ibu rumah tangga yang tergolong sangat baik dari para tetangga yang ada.
Suatu hari ibu merasakan sakit panas yang luar biasa di betis kirinya yang kemudian disusul betis kanan, aku pun merasa ini biasa mungkin kena air cabai atau sejenisnya lah karena ibu suka masak, tapi hal itu berulang di malam-malam berikutnya, alhasil Ayah ikut turun tangan buat kesembuhan ibu ( penyakit aneh ).Pada saat itu dokter mendiagnosa bahwa ibu mengalami penyakit kencing manis, namun setelah uji lab negatif tak ada sedikitpun tanda-tanda penyakit itu ada.
Beberapa bulan, tahun, telah berlalu semakin hari kaki ibu semakin parah, di tambah lagi luka-luka yang semakin membesar..Keluarga kami semakin miskin, miskin canda dan tawa, arrghh aku bingung mau bicara apa..semua terjadi tanpa ada yang menduga.Dulu ibu suka bercanda gurau bersama ayah, tapi sekarang sudah sering menutup diri...mungkin ibu malu karena tidak bisa menjadi istri yang baik...namun ayah selalu menerima ibu apa adanya.. Berbagai cara sudah dilakukan, maaf bukan syirik tapi inii harus tak harus kami sekeluarga mendatangi rumah tabib terdekat, kadang juga di pusat kota namun tak ada hasil yang pasti..dari semua tabib dapat disimpulkan bahwa ibu mempunyai penyakit yang dibuat orang karena iri, antara percaya dan tidak kami mengiyakann...
Entah harus kumulai darimana yang pasti pertengkaran itu muncul saat ku pulang sekolah .
dan selalu berulang di hari - hari berikutnya..entah karena ayah lelah bekerja atau ibu yang mersa kurang di perhatikan...atau apalah aku tak tauuu....
aku yang menjadi saksi terdiam dalam isi pertengkaran mereka, entah karena WIL ataupun karena UANG semua menjadi satu . ditambah lagi ayah yang sudah bekerja di salah satu perusahaan terkenal membuat ibu takut akan kehilangan ayah, ibu takut ini terjadi untuk kedua kalinya..karena dulu ayah nyaris meninggalkan ibu demi WIL ..yaa itu hanya masa lalu , dan tak perlu disatukan dengan sekarang, yang ku tahu ayah sudah bertobat dengan apa yang ia perbuat.
Seperti ayah-ayah lainnya setiap gaji yang di ambil ayahkku beliau hanya mengambil sebagian untuk keperluan rokok dan biaya sekolahku, maklum dulu aku masih kelas satu SMA jadi banyak biaya yang keluar.
Dingin malam ini buat aku tak bisa tidur, gelisah, sesekali ku melihat ibu merintih kesakitan.
tiba-tiba ayah datang dan meminta uang kepada ibu untuk bermain bilyard...aku memang tahu ayah memang suka main bilyar tapi apa harus tengah malam begini..yaa tapi sudahlah mungkin beliau capek seharian kerja dan ingin menenangkan his mind....
dengan hati bertanya ibu memberi ayah uang, tapi itu tidak sekali dua kali, kerap kali ku melihat ayah berbicara canda tawa bersama seseorang di seberang telepon entah telpon siapa yang ku tahu ayah terlihat gembira. aku hanya bisa tersenyum taapi juga bertanya siapa orang itu...
Hari - bulan telah berlalu dari sikap dan gerak-gerik ayahku semua terbongkar, ya ayahku menikah lagi tanpa sepengetahuan ibuku, aku pun tau dari bibir ayahku, diam membisu ku dihadapannya, dalam hati kumenangis, dalam hati ku sedih tapi mungkin inilah jalan kehidupan keluargaku...bila tak ku ijinkan itu berarti ku tak mengerti ayahku, bila ku ijinkan berarti ku tak mengerti ibuku, semua terasa sulit ku pahami, ibu yang memang sakit tak bisa lagi menjadi istri yang sempurna walau memang manusia tdak ada yang sempurna...dan akhirnya niat ayahku ku ijinkan walau sakit, dengan hati terluka kubiarkan berlalu....
"tika kemana bpk kok gak pulang-pulang kata ibuku saat itu.
"eenggak tau buk, mungkin ke tempat temennya kalau egk ya main bilyard, sudahlah biar ajja buk lagipula bpk juga tau rumah jawabkku sedikit berbohong, yang ku tahu saat itu bpk ke tempat istri mudanya.
Hening sesaat.. ku pandangi wajah ibu secara diam-diam, kulihat ia menagis menahan sakit, bayangkan saja dulu ibu yang sehat kuat dan tegar kini terbaring dan sesekali duduk melihat kaki yang tak bisa ia pergunakan lagi, pernah kulihat ulat belatung keluar dari kaki ibu, nanah dan darah pun tak tertinggal...aku menangis, tak sanggup ku melihat dan pada akhirnya aku pamit keluar bermain bersama binatang peliharaankku kelinci bobiku...:(
" Tika ibu sudah tau kok kalau bapak kamu nikah lagi kan..?? Dia orang duku kan ?? tanya ibu kku tertawa namun menangis...
aku kaget dibuatnya tak bisa ku berkata, diam gemetar , rasa bersalah bersarang di benakku...jelas ibu tau WIL itu dari duku karena yang menikahkan ayah dan WIL itu adalah orang yang mengobatkan ibuku, sakit pasti dirasakan ibuku....
" ibuk tau dari mana ?? buk maafkan tika, tika gak niat nyakitin ibu..
Ibu hanya tersenyum lalu beranjak ke kamar...entah apa yang ia pikirkan di dalam kamar...dan mulai saat itu pikirankku kacau, sekolah terbengkalai...dan pada saat itu juga seorang teman memperkenalkankku pada laki-laki manis namanya Doni dia 2 tahun lebih tua dariku, hari demi hari ku lewati waktu bersamanya...dan pada akhirnya kami jadian, secara tak langsung ia tegolong memahami hal mistis jadi ia pun menjaga ibuku di saat ku sekolah, dan taukah kalian bahkan saking dekatnya dia dan ibuku kami tinggal satu rumah walaupun ku jarang dirumah ( sekolah dan rumah jaraknya cukup jauh jadi ku memilih kos ), semua itu kulakukan karena ibu merasa nyaman didekat Doni entah pelet apa yang ia beri ke ibu aku hanya tersenyum manja...yang ku ingin hanyalah senyum dari ibu...
Namun di balik semua itu tak pernah ku bayangkan Doni berani mengambil harta yang berharga yang kupunya dengan semua janji manis yang ia rangkum menjadi kata cinta yang memuaakan...akupun jatuh dan tak berdaya dibuatnya...
sedih tapi senang entah apa aku bingung..dosa pasti iya, aku hanya percaya bahwa ia akan jadi pendampinkku kelak, prustasi karena ayah sudah tak perduli semakin hari semakin menjauh..arrghh
Suatu ketika ibu minta dipulangkan ke tanah lahirnya pertama ibu minta cerai tapi ayah tak menyetujui, saat ibu minta pulang keluarga pun menyetujui dengan syarat hanya berobat dan akupun mengantar ibu bersama Doni karena ayah tak mau ikut.
Sebelum berangkat ibu berpesan agar aku tak nakal dan selalu menjadi anak yang pintar, jangan suka ganti pacar cari lelaki yang bertanggung jawab..jangan sampai kejadian yang ibu alami terulang kembali ke aku...nanti lama baru bisa ketemu ibuk...aku nangis dan meminta maaf sama ibuk banyak salah yang keperbuat yang tak bisa ku jelaskan satu persatu...yang pasti aku sayank ibuk.
Sesampai di kampung halaman ibuk merasa senang walau sakit tak tertahan karena ibuk sudah bertemu nenek, kakek sudah lebih dulu menghadap Tuhan.
aku sedih ku ikuti langkah ibuk...bercerita dimasaa waktu ku kecil,,ku dengar ibuk bernyanyi dan kudapati ibuk berlinang airmata...aku hanya bisa terdiam.
Dua minggu telah berlalu..aku pamit untuk kembali ke K...M tempatkku kuliah...tak terasa semua berlalu hampir 6 tahun lamanya...dan setibanya ku di K...M ku mendengar berita dari tantekku yaitu adik nomor 3 dari ibuk bahwa ibuk sudah meninggal tepat hari kamis 22 Kamis 2010 pukul 06.00 wita. spontan terlempar handphone di tangan, gemetar, dan tak berkutik...menagis ku dalam kebisuan pagi....tak sanggup ku mendengar....ayahku hanya bisa tertunduk meratapi keegoisannya, ayahku hanya minta maaf sama aku.
yaaa semenjak kepergian ibuk, hari-hari ku kosong..tak ada lagi harapan tuk bisa bertemu,,,dulu ingin ku bawa ibuk bersamaku bila ku sudah bekerja...sekarang semua sia-sia..kerja sudah ku dapat tapii ibuk tak dapat kurasakan lagi...ingin kuulang waktu dan menikmati hangatnya namun semua telah berlalu dan tak bisa terulang.. Dan perlahan Doni pun meniggalkankku sendiri, tanpa ada alasan yang tepat, kini terdengar kabar bahwa ia akan melangsungkan pernikahan, aku hanya bisa tersenyum sinis tak bisa lagi ku perbuat walau itu sangat menyakitkan.....aku hanya bisa pasrah..yang ku mau hanya ibuk yang kembali..mungkin benar kata ibu aku harus lebih hati-hati memilih pendamping hidup jangan tergiur oleh penampilan dan kata-kata manis laki-laki....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
..komentar anda masukan berarti buat saia...:)